Tanggal : 25 November 2018
Pembicara :Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Kejadian 6:8-22

1. Nuh
(Kejadian 6:8-22) Nuh mendapat kasih karunia dari Tuhan karena Nuh hidup benar dan tidak bercela di hadapan Tuhan. Ia hidup intim dengan Tuhan.

Pada masa Nuh, ia hidup ditengah-tengah dunia yang rusak dan penuh dengan kekerasan. Di tengah kondisi seperti itu, tentunya banyak godaan dan masalah yang dihadapi Nuh untuk tetap hidup benar di hadapan Tuhan.

Tanggal : 18 November 2018
Pembicara :Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Roma 12:1-2

Markus 4:1-20 menceritakan perumpamaan yang diberikan oleh Tuhan Yesus tentang seorang penabur. Saat itu Yesus dikerumuni oleh orang dalam jumlah yang banyak, sehingga Yesus berbicara kepada orang banyak dari atas perahu di tepi danau. Yesus seringkali berbicara kepada orang banyak menggunakan perumpamaan sesuai dengan pengertian mereka. Tetapi kepada para muridNya, Yesus menguraikan segala sesuatunya dengan tersendiri (Markus 4:33-34)

Ada golongan orang-orang yang mencari Tuhan untuk mendapatkan firman Tuhan yang sesuai dengan pengertiannya sendiri. Mereka mencari firman yang disampaikan selaras dengan pengertian mereka.

Tanggal : 11 November 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Lukas 16:27-31

Semua bisa kita perbaiki ketika kita hidup. Setelah kita mati, tidak bisa lagi kita perbaiki. Orang kaya dalam perumpamaan Lukas 16:27-31, meminta kepada Abraham untuk memperingatkan saudara-saudaranya yang masih hidup agar mengubah hidupnya supaya tidak berakhir di hades seperti orang kaya itu. Namun Abraham berkata bahwa ada kesaksian para nabi yang dapat mengubah mereka. Apabila kesaksian tersebut tidak dapat mengubah mereka, maka tidak ada yang dapat mengubah mereka walaupun dari kesaksian orang dari dunia orang mati.

Mari kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan saat kita masih hidup.
  • Kehidupan Dunia → Keselamatan
  • Kekayaan / Harta → Mata rohani
  • Kekayaan → Keluarga yang manis
Tanggal : 4 November 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 26:14-16

(Matius 26:14-16) Di mata Yudas, Yesus hanya dihargai 30 uang perak. Dengan menjual Yesus, Yudas menjual keselamatan dirinya. Bagi Yudas, keselamatannya hanya berharga 30 uang perak.

(Lukas 16:19-23) Orang kaya dalam kisah ini menghargai / memberi harga keselamatan dunia dengan kehidupannya.. Dengan kekayaannya, ia mampu membeli banyak hal, termasuk khotbah-khotbah dari para nabi palsu agar sesuai dengan keinginannya. Setelah ia meninggal, ternyata ia berakhir di hades, menandakan kehidupannya tidak berkenan di mata Allah