Tanggal : 30 Desember 2018
Pembicara :Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : 1 Samuel 13:5-13

Dalam 1 Samuel 10, Samuel memerintahkan Saul untuk menunggu tujuh hari lamanya. Dalam 1 Samuel 13:5-13 Samuel untuk kedua kalinya meminta Saul menunggu Samuel dalam tujuh hari untuk mempersembahkan korban. Namun karena Samuel tidak datang pada saat yang ditentukan, Saul memutuskan untuk mempersembahkan korban sebelum Samuel datang.

Dalam hidup kita akan ada sumber pemikiran-pemikiran yang akan mempengaruhi keputusan kita. Pemikiran-pemikiran tersebut bisa merupakan pemikiran dari Tuhan, atau pemikiran kita manusia.

Tanggal : 23 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : Roma 12:1-3

(Roma 12:1-3) Untuk mempersembahkan ibadah yang sejati, kita harus mematikan kehidupan duniawi di dalam diri kita (2 Kor 5:17) Ketika kita berada dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru. Kehidupan kita yang lama sudah berlalu dan digantikan oleh kehidupan yang baru. (Galatia 2:19-20) Hidup baru artinya Kristus hidup di dalam kita. Kehidupan jasmani kita hidup karena iman.

(1 Petrus 1:15) Kita harus hidup kudus, sama seperti Kristus yang telah memanggil kita. Untuk mencapai kekudusan, ada aliran yang menyatakan bahwa kita harus menyendiri. Namun hal itu tidak sesuai dengan firman Allah karena kita harus menjadi terang dan garam untuk dunia. Ada juga aliran yang berkata untuk menjadi kudus kita harus berkompromi dengan dunia. Inipun tidak sesuai dengan firman Allah yang tidak memperbolehkan kita berkompromi dengan dosa.

Tanggal : 16 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : 1 Samuel 9:1

(1 Samuel 9:1) Saul seorang muda yang elok, tampan dan tinggi. Ia juga keturunan orang berada. Dari sisi manusia, Saul terlihat sempurna. Manusia melihat apa yang dilihat mata, namun Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7).

(1 Samuel 13:8-12) Saul melanggar firman Tuhan yang disampaikan Samuel (1 Samuel 10:8). Karena Saul melanggar perintah Tuhan, rencana Allah yang hendak mengokohkan kerajaan Israel menjadi berubah. Janganlah melangkahi pelayanan seorang imam. Kita harus belajar untuk dapat membedakan pelayanan untuk orang awam dan imam.

Tanggal : 15 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Efesus 4:4
Tema : Dipanggil Dalam Satu Pengharapan

(Efesus 4:4) Dalam panggilan Tuhan kepada kita pribadi lepas pribadi, Tuhan memberikan pengharapan. (Efesus 4:4) Pengharapan itu akan terwujud apabila kita terus berusaha untuk memelihara kesatuan roh. Berusaha = dari kita. Dalam bahasa Grika, memelihara dipakai kata mematuhi, yaitu menjaga kesatuan roh.

Kita menjaga kesatuan Roh, dengan mengikat damai sejahtera. Ikatan dalam bahasa Grika menggunakan kata membelenggu / terbelenggu, seperti dalam.Ibrani 13:3. Kita harus bersama-sama terbelenggu damai sejahtera itu.

Tanggal : 9 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Matius 12:43-45

Kehidupan kekristenan kita tidak boleh stagnan. Petrus pernah mengalami kegagalan karena kecewa dalam hidupnya. Namun ketika ia mau bergerak dan mengikuti perintah Tuhan, ia diberkati dengan melimpah dan jalanya tidak koyak (Lukas 5:1-11, Yohanes 21:1-3).

Mengapa akhir-akhir ini banyak orang Kristen yang mudah kecewa ? (Matius 12:43-45) Banyak orang Kristen yang rohaninya bersih tersapu dan rapi teratur, namun kosong. Saat rohani kita kosong, kondisi kita akan memburuk lebih dari sebelumnya.

Tanggal : 2 Desember 2018
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Yohanes 21:1-13

(Markus 4:1) Tuhan Yesus berbicara dengan orang banyak di tepi danau. Demikian banyaknya orang, membuat Yesus harus berbicara dari atas perahu di tepi pantai.

(Lukas 5:1-11) Di tepi pantai danau Genezaret Yesus mengajar orang banyak dari atas perahu. Orang banyak yang tidak mau beranjak dari pantai, dilambangkan dalam pelajaran Tabernakel sebagai mereka yang tinggal di pelataran, yaitu mereka yang akan masuk aniaya besar di zaman antikris (Wahyu 12:17-18). Mereka adalah orang-orang kebanyakan, bagian dari sekumpulan besar orang yang gagal masuk gereja sempurna.