Tanggal : 7 April 2019
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Galatia 3:23

(Galatia 3:23) Berkat Abraham sampai kepada kita karena Kristus. Kita yang telah dibaptis mengenakan materai Tritunggal. Ketika seseorang dibaptis, ia meninggalkan hukum Taurat dan masuk ke dalam hukum kasih.

(Kejadian 22:1-2, Yoh 3:16) Anak yang tunggal, anak perjanjian yang dikasihi, harus dipersembahkan. (Kej 22:9-10) Ishak taat ketika ia akan disembelih untuk dipersembahkan sebagai korban bakaran oleh Abraham. Sama seperti Ishak, Yesus pun taat kepada Bapa untuk menjadi korban penebus dosa (Yesaya 53:7).

Ketika lucifer dicampakkan ke dalam dunia, bumi gelap gulita, kosong dan kacau balau. Lalu Allah memulai karya penciptaannya selama enam hari dan istirahat di hari ketujuh. Manusia diciptakan di hari ke enam dan menikmati berkat Tuhan, tapi manusia jatuh dalam dosa pada hari ke 10. Segera setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah segera merancangkan keselamatan bagi manusia dengan korban pencurahan darah. Allah mengorbankan domba dan menyematkan kulitnya menutupi ketelanjangan Adam & Hawa

(Kej 22:1-9) Allah menyediakan domba sebagai korban bakaran menggantikan Ishak. Dalam Taurat, domba yang akan dipersembahkan harus disimpan mulai hari ke 10 hingga hari ke 14.

Allah adalah Allah Abraham, Ishak dan Yakub, berbicara tentang Allah Tritunggal yaitu Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Allah sebagai Bapa menerima korban, Yesus sebagai Allah Anak menjadi korban, dan Allah Roh Kudus sebagai kasih karunia menuju kepada kesempurnaan. Setelah penebusan Yesus, Allah tidak lagi berkenan dengan korban bakaran untuk penebus dosa (Ibrani 10:1-19)

Untuk memelihara penebusan Kristus, kita harus beribadah, dan menjaga persekutuan dengan Allah (Ibrani 10:25). Namun kita harus menjaga jangan sampai ibadah yang kita lakukan justru menjauhkan kita dari kebenaran dan membuat kita kembali kepada dosa, karena dengan demikian sama artinya kita telah menginjak-injak Anak Allah, mengabaikan Korban Yesus dan menghina Roh kasih karunia (Ibrani 10:26-28)

Bila kita mengabaikan Korban Yesus, artinya kita kembali kepada korban penebusan dosa sesuai hukum Taurat. Hal ini pernah terjadi pada jemaat Galatia. Paulus sudah menaburi jemaat Galatia dengan firman dan kebenaran. Namun ketika ditinggalkan Paulus, jemaat Galatia kemudian kembali kepada ajaran Yudaisme.

(Efesus 4:11-13) Allah melengkapi gereja dengan lima jawatan, yang akan mendidik jemaat akan kebenaran hingga mencapai tingkat kepenuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Marilah kita tidak menjauhkan diri dari ibadah yang benar dan tidak menjauhkan kita dari kebenaran. Carilah lima jawatan yang akan mendidik kita untuk bertumbuh hingga mencapai kepenuhan Kristus.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.



Ibadah Umum, 14 April 2019

Tanggal : 14 April 2019
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Kejadian 24

Pembangunan bait Allah ketiga berbicara Naos, yaitu bait Allah yang ada di dalam kita, bukan bait Allah fisik.

(Kej 24:67) Ishak menikah dengan Ribka. Dalam renungan minggu lalu, dibahas bahwa Ishak melambangkan Yesus. Dalam Wahyu 8:1, 19:6-8 dinubuatkan bahwa di akhir zaman, Yesus akan menikah dalam roh dengan gereja yang telah siap. Gereja yang siap adalah gereja yang telah disempurnakan.

Read more ...

Ibadah Umum, 7 April 2019

Tanggal : 7 April 2019
Pembicara :Bpk. Gembala
Ayat Pokok : Galatia 3:23

(Galatia 3:23) Berkat Abraham sampai kepada kita karena Kristus. Kita yang telah dibaptis mengenakan materai Tritunggal. Ketika seseorang dibaptis, ia meninggalkan hukum Taurat dan masuk ke dalam hukum kasih.

(Kejadian 22:1-2, Yoh 3:16) Anak yang tunggal, anak perjanjian yang dikasihi, harus dipersembahkan. (Kej 22:9-10) Ishak taat ketika ia akan disembelih untuk dipersembahkan sebagai korban bakaran oleh Abraham. Sama seperti Ishak, Yesus pun taat kepada Bapa untuk menjadi korban penebus dosa (Yesaya 53:7).

Read more ...

Ibadah Pelprip, 22 November 2018

Tanggal : 22 November 2018
Pembicara : Pdm. Bondan Abraham
Ayat Pokok : Ibrani 12:12-17

Didikan dan ajaran Allah terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Dalam menjalani pertandingan iman, kita tidak harus menjalaninya sendiri. Kita harus saling mendukung antar sesama anak Tuhan. Kita berjalan bersama saling menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah.

Komsel dan wadah-wadah diadakan dengan tujuan agar kita dapat saling menguatkan antara sesama anak Tuhan. Dalam perlombaan iman, kita tidak akan kuat berjalan sendiri. Dalam kelompok kecil, kita juga saling menajamkan dan saling mengasah (Amsal 27:17). Kita juga bertekun dalam pengajaran firman Tuhan untuk saling menguatkan, saling mendukung, mengingatkan / menegur (Kisah 2:41-42,46, Ibrani 10:24-25)

Read more ...

INFORMASI IBADAH RUTIN

KOMSEL DOA

  • Senin, 22 Apr 2019 di rumah Ibu Ida, Villa Melati Mas
  • Rabu, 24 Apr 2019 di rumah ibu Melani, Karawaci
  • Kamis, 25 Apr 2019 di rumah ibu Henny, BSD, dan di rumah ibu Frisca, Regency Melati Mas

IBADAH KAUM WANITA

  • Selasa, 23 Apr 2019 di Gereja

DOA PUASA

  • Selasa, 23 Apr 2019 di Gereja

IBADAH PELPRIP

  • Kamis, 25 April 2019 pukul 19:30 di lobby Gereja

IBADAH RAYON

  • Jumat, 26 Apr 2019 pukul 19:30 di Kel. Dwi Kokoh, Villa Melati Mas disertai Ucapan Syukur

NB : Untuk Alamat Lengkap Bisa dilihat di Warta Jemaat / Hubungi Sekretariat Gereja

 

 
INFORMASI TAMBAHAN

PELAYANAN SOSIAL

 

Menerima Pakaian Layak Pakai untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Pakaian dikumpulkan di Sekretariat. Tuhan Memberkati.