Ibadah Umum, 10 Desember 2017
- Details
- Category: Ibadah Umum
- Hits: 823
Pembicara : Bpk. Timotius Liong
Ayat Pokok : Dan 6:1-11
(Dan 6:1-11) Daniel dianugerahkan karunia Roh Tuhan yang luar biasa karena ia selalu setia beribadah kepada Tuhan. Daniel dapat mengartikan mimpi bahkan menceritakan mimpi sebelum yang mengalami mimpi itu sendiri menceritakannya. Keberhasilannya menyebabkan banyak orang iri hati dan merancangkan hal yang jahat.
Saat kita mengalami keberhasilan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan, akan banyak pihak yang iri hati dan berniat menjatuhkan kita.
Ketika Daniel mengetahui rancangan yang dibuat untuk menjatuhkannya, Daniel tetap setia beribadah kepada Tuhan, walaupun ia tahu hal itu membahayakan nyawanya. Dia datang kepada Tuhan dan tidak mengandalkan orang lain. Di tengah-tengah kesibukannya, Daniel tetap setia berdoa dan menyembah Tuhan tiga kali sehari. Daniel tidak protes kepada Tuhan dan tetap mengendalikan diri dan datang kepada Tuhan.
Saat kita menghadapi masalah yang berat, tetaplah datang kepada Tuhan dengan setia.
Daniel juga tidak bersedia berkompromi dan mengandalkan hikmat manusia untuk menghindari masalah. Ia tetap setia melakukan ibadahnya karena melalui pengalaman hidupnya, Daniel percaya ada rencana Tuhan yang indah dan akan dinyatakan melalui dirinya.
Atas ketetapan hatinya, Daniel lalu ditangkap. Seringkali dalam kehidupan kita, saat kita setia kepada Tuhan, kita akan menghadapi masalah karena kesetiaan kita. Dalam permasalahannya, Daniel tetap tenang dan tidak berhenti berharap pada Tuhan. Walaupun demikian, Daniel tetap dihukum dan dimasukkan ke gua singa.
Saat kita menghadapi masalah, janganlah kecewa kepada Tuhan. Tetaplah setia dan berharap kepada Tuhan.
Akhir dari kisah Daniel, sebagai akibat dari kesetiannya kepada Tuhan, Daniel menerima pertolongan yang ajaib. Nama Tuhan lebih dimuliakan dan dimasyurkan.
Kisah Daniel membuktikan, saat ditengah-tengah kesibukan kita, kita harus tetap setia datang kepada Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan. Tanamkanlah kepada keluarga kita, dalam kegiatan kita sehari-hari kita tidak boleh melupakan Firman Tuhan.
Saat kita dipercayakan untuk melayani Tuhan, marilah kita melayani dengan rendah hati. Seperti orang majus, ada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan untuk menyembah Tuhan. Jangan seperti orang Farisi yang mengetahui kebenaran namun tidak melakukannya.
(2 Tim 3:1-5) di hari-hari terakhir, banyak manusia yang akan menjadi hamba uang dan tinggi hati.
Kita hidup dalam akhir zaman. Kondisi di depan kita akan makin sulit, bahkan lebih berat dari yang dialami oleh Daniel. Kita harus memiliki ketekunan, agar kita mendapat bagian dari janji Tuhan (Ibr 10::35). Ketika kita tetap bertahan dan bertekun dalam firman Tuhan maka kita akan mendapatkan upah kita.
Ajak anggota keluarga kita untuk bersama-sama memuji Tuhan, menyembah Tuhan dan membahas Firman Tuhan. Ketika kita memiliki mezbah keluarga, maka akan ada kerukunan dalam keluarga kita. Dan berkat-berkat jasmani maupun rohani akan tercurah kepada keluarga kita (Maz 133:1-3)
Amin, Tuhan Yesus memberkati.
