Tanggal : 25 Des 2017
Pembicara : Bpk. Peter Sie
Ayat Pokok : Efesus 1:9

Ketidak percayaan Adam membuatnya berbuat dosa. Allah memiliki rencana untuk memulihkan keadaan manusia. Allah menginginkan manusia tidak binasa dan diselamatkan

Natal adalah kerelaan Allah mengorbankan AnakNya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia. Dia rela AnakNya harus lahir di kandang domba. Allah yang berkuasa dan menciptakan segala sesuatu, rela berkorban bagi manusia yang berdosa karena pilihannya sendiri. Betapa besarnya kasih Allah bagi kita.

Pada saat Maria didatangi malaikat Tuhan, ia taat untuk menyerahkan dirinya dipakai oleh Tuhan. Padahal sesuai tradisi pada masa itu, wanita yang hamil di luar nikah harus dihukum rajam. (Luk 1:38) Maria memiliki kerelaan hati untuk dipakai Tuhan.

Saat pernikahan di Kana, Maria taat kepada anaknya Yesus, yang saat itu masih sangat muda. Maria mengorbankan perasaannya sebagai orang tua, untuk taat kepada Allah.

Tuhan bukan hanya menyelamatkan kita, tapi juga bertanggung jawab dalam kehidupan kita.

Marilah kita mengikuti teladan Kristus yang rela berkorban, taat kepada Allah menyerahkan hidupNya untuk mewujudkan rencana Bapa. Marilah kita menyerahkan kehidupan kita kepada Tuhan, sehingga Tuhan bertanggung jawab dalam kehidupan kita dan mewujudkan rencanaNya yang indah.

Natal adalah suatu renungan bagi kita. Betapa Allah mengasihi kita dan berkorban bagi kita. Kerelaan hati Bapa mengorbankan AnakNya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia. Kerelaan hati Yesus untuk taat sampai akhir untuk mewujudkan karya keselamatan. Kerelaan hati Maria untuk dipakai Tuhan mewujudkan karya keselamatan.

Jalani hidup ini dengan kerelaan hati, karena Allah tidak pernah meninggalkan kita. Kalau AnakNya yang tunggal saja Ia korbankan, masakan Ia tidak akan menolong kita.

Amin, Tuhan Yesus memberkati